Menjaga Agar Batik Awet

Apakah pakaian Anda sudah dicuci bersih dan siap dikeringkan? Jadi, untuk saat ini carilah area penjemuran yang tidak langsung terkena sinar matahari. Karena pada dasarnya pakaian yang bertuliskan batik hanya perlu dikeringkan sampai kering, tanpa dihancurkan atau dikeringkan di pengering. Cukup ayunkan pakaian Anda beberapa kali, lalu keringkan di tempat yang tidak terlalu panas. Langkah-langkah di atas penting untuk diperhatikan, karena jika terkena sinar matahari langsung, warna pakaian model batik bisa luntur. Keindahan dan kemewahan gaun batik tulis akan semakin berkurang. Anda tidak ingin itu terjadi.

Apakah Anda terbiasa menyetrika pakaian? Jika ada, sepertinya Anda perlu memberikan kemeja batik tulis di atasnya. Karena kemeja ini tidak perlu disetrika. Hal ini dikarenakan panas dari setrika dapat merusak tekstur dan warna batik. Kalaupun perlu disetrika, tutupi bagian atas kemeja batik Anda dengan kain lain. Sebab, pakaian tidak langsung terkena panas setrika. Atau bisa juga menggunakan setrika uap agar bisa mengatur uapnya agar tidak kepanasan.

Jangan menyimpan baju batik tulis dimanapun. Pastikan Anda meletakkan baju batik Anda di tempat yang tidak lembab. Selain itu, jauhi kamper atau kamper yang digunakan untuk membuat lemari parfum. Padahal, kapur barus membuat lemari pakaian Anda semakin harum. Namun warna batik akan menjadi kusam saat terkena kapur barus. Jika harus menggunakan kapur barus, paling tidak tutupi baju batik Anda dengan plastik.

Batik Indonesia tentunya memiliki corak dan motif yang bermacam-macam tergantung dari daerah asal atau teknik produksinya. Batik tulis memiliki ragam motif yang indah. Batik Keraton, salah satunya. Ia memelopori semua jenis batik yang tumbuh di Indonesia. Motifnya tidak hanya indah, tapi juga memiliki makna filosofis. Batik Keraton lahir dari tangan putri Keraton Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Pura Pakualaman dan Pura Mangkunegaran. Mereka dibantu oleh para ahli batik di sekitar keraton.

Dulu motif ini tidak bisa digunakan oleh siapapun, seperti Batik Parang Rusak, Batik Udan Liris, Batik Parang Barong dan beberapa motif lainnya. Kegiatan ini pun berkembang dan semakin dikenal. Akhirnya para pedagang mulai mengelola dan mengembangkan batik di luar pekarangan istana. Lahirlah batik Sudagar dan batik pedesaan. Keunikan batik keraton membuatnya berbeda dengan batik lainnya, dilihat dari ukuran, bentuk, patra dan warna soga (coklat).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *