Obesitas dan Efeknya pada Kualitas Sperma Pria

Obesitas dapat menyebabkan banyak masalah pada pria dan wanita. Kandungan lemak berlebih pada wanita bisa menyebabkan perubahan hormon. Wanita akan mengalami gangguan menstruasi setiap bulan dan kemungkinan gangguan sel telur akan tinggi. Wanita dengan kondisi ini akan mengalami kesulitan hamil. Konsisten dengan apa yang dialami wanita. Obesitas pada pria juga menyebabkan banyak masalah, seperti penurunan kadar testosteron, penurunan kerja otot dan penurunan kualitas sperma. Benarkah obesitas menyebabkan sperma mengalami penurunan kualitas, termasuk penurunan kuantitas?

Obesitas segera menyebabkan penurunan testosteron dalam tubuh. Penurunan ini secara tidak langsung tidak menyebabkan sperma memproduksi banyak. Berbagai penelitian telah mendapatkan fakta bahwa jumlah atau konsentrasi sperma dalam setiap mililiter sperma. Biasanya sperma dalam sperma adalah 15 juta pr. Sperma militer. Kurang dari ini, kualitas sperma akan rendah. Selain mengurangi jumlah sperma, ada kemungkinan sperma dapat terganggu saat berolahraga. Motilitas sperma atau kecepatan pergerakan sperma menurun. Jika kondisi ini terjadi di banyak sel, kemungkinannya adalah dari sperma ke leher rahim dan kemudian ke rahim dan saluran tuba.

Selain itu, sperma dari pria yang secara alami obesitas juga akan mengalami gangguan pembuahan. Dampaknya, telur yang dibuahi tidak akan bisa berkembang optimal, sehingga ketika implan terganggu. Risiko aborsi spontan juga lebih besar jika sperma tidak berkualitas. Semakin berat obesitas pada pria, semakin sulit kondisi kesuburannya. Jika sampai ini tidak diperiksa, ada kemungkinan pria tidak bisa hamil sepenuhnya.

Obesitas yang terjadi pada pria dapat mengurangi fungsi seksual. Penurunan fungsi seksual ini juga secara tidak langsung menyebabkan penurunan pembuahan sperma pada sel telur. Berikut ini beberapa efek obesitas pada fungsi seksual pria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *